Senin, 27 Juni 2016

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3




 Pengertian KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
      Keselamatan  Kerja
      keselamatan kerja menunjukan kondisi yang aman atau selamat dari resiko pernderitaan, kerusakan atau keruguan di tempat kerja. Resiko keselamatan merupakan aspek-aspek  dari lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kebakaran, ketakutan aliran listrik, terpotong, luka memar, keseleo san sebagainya.
      Kesehatan Kerja
      Kesehatan kerja merupakan aplikasi kesehatan masyarakat di dalam suatu tempat kerja ( perusahaan, kantor, dan sebagainya) dan yang menjadi pasien  dari kesehatan kerja ialah masyarakat sekitar perusahaan tersebut. Ciri pokok dalam kesehatan kerja adalah upaya preventif dan promotif.

Pengertian kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja ( k3 )
      Secara filosofi
      suatu pemikiran daya upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baikjasmani maupun rohani tenaga kerja pada umumnya, hasil karyanya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur.
      Secara Keilmuan
      ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
      Secara Praktis
      pengawasan terhadap orang , mesin, material, dan metode yang mencangkup lingkungan kerja agar pekerja tidak mengalami cidera.

Alasan-alasan mengapa manajemen perlu mendukung program keselamatan kerja.?
TUJUAN KESELAMATAN KERJA
      Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam mendukung pekerjaan dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional
      Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja. Keselamatan yang terjamin akan membuat seseorang merasa nyaman dalam bekerja
      Sumber produksi di pelihara secara aman dan efisien

KEKUASAAN DI TEMPAT KERJA dan dampaknya
PENGERTIAN KEKUASAAN
      kewenangan yang di dapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang di berikan, kewenangan tidak boleh di jalankan melebihi kewenangan yang di peroleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo, 2002).
      kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhinya ( Ramlan Surbakti,1992).

Jenis – jenis kekuasaan berdasarkan sumbernya
Sumber kekuasaan biasanya di bagi menjadi dua keompok besar (Robbins dan Judge, 2007):
1.     Sumber kekuasaan antar individu ( interpersonal sources of power )
a.      Kekuasaan formal ( formal power ) adalah kekuasaan  yang di dasarkan pada posisi individual dalam suatu organisasi. Kekuasaan ini berasal dari :
      Kemampuan untuk memaksa (coercive power)
      kekuasaan ini timbul pada diri seseorang karena ia memiliki kemampuan untuk memberika hukuman ( akibat negatif ) atau meniadakan kejadian yang positif terhadap orang lain.
      Kemampuan untuk memberi imbalan (reward power)
      kekuasaan ini timbul pada diri seseorang karena ia memiliki kemampuan untuk mengendalikan sumber daya yang dapat mempengaruhi oranglain.
b.                  Kekuasaan personal ( personal power ) adalah kekuasaan yang berasal dari karakteristik unik yang dimiliki seorang individu.
Kekuasaan ini berasal :
      Kekuasaan di anggap karena ahli (  Expert Power )
      kekuasaan ini timbul pada diri seseorang karena ia memiliki keahlian, ketereampilan, atau pengetahuan khusus dalam bidangnya.
      Kekuasaan karena di jadikan contoh ( Referent Power )
      kekuasan ini timbul pada diri seseorang karena ini memiliki sumber daya, kepribadian yang menarik, atau karisma tertentu.

Sifat kekuasaan
Kekuasaan cenderung korup atau dalam bahasa inggris adalah Power tends to corrupt, adalah kekuasaan dapat di katakan melekat pada jabatan ataupun pada diri orang tersebut, penjelasaan adalah sebagai beriku :
1.     Posotin Power, kekuasaan yang melekat pada posisi seseorang dalam sebuah organisasi.
2.     Personal Power, kekuasaan yang berada pada pribadi orang tersebut sebagai hubungan sosialnya.
French dan Raven mengatakan bahwa ada lima jenis kekuasaan :
1.     Kekuasaan memberi penghargaan
2.     Kekuasaan yang memaksa
3.     Kekuasaan yang sah
4.     Kekuasaan memberi referensi
5.     Kekuasaan ahli sumber kekuasaan

Kekuasaan dalam organisasi
Definisi kekuasaan dalam organisasi :
Gilbert W. Fairholm “ kemampuan individu untuk mencapai tujuannnya saat berhubungan dengan orang lain, bahkan ketika pada di hadapan pada penolakan mereka”. Fairholm merinci sebuah gagasan penting dalam penggunaan kekuasaan secara sistematik dengan menekankan bahwa kapasitas personallah yang membuat pengguna kekuasaan bisa melakukan persaingan dengan oranglain.
      kekuasaan adalah gagasan politik yang berkisar pada sejumlah karaterisktik. Karakteristik tersebut mengelaborasi kekuasaan selaku alat yang di gunakan seseorang yauti pimpinan (juga pengikut) gunakan dalam hubungan interpersonalnya.

Karakter  kekuasaan menurut fairholm adalah :
1.     Kekuasaan  bersifat sengaja, karena meliputi kehendak bukan sekadar  tindakan acak.
2.     Kekuasaan adalah alat (instrumen), ia adalah guna alat mencapai tujuan
3.     Kekuasaan bersifat terbatas, di ukur dan di peerbandingkan di aneka situasi atau di deteksi kemunculannya.
4.     Kekuasaan melibatkan kebergantungan, terdapat kebebasan atau faktor kebergantungan yang melekat pada penggunaan kekuasaan.
5.     Kekuasaan adalah gagasan bertindak, ia bersifat samar dan selalu di miliki;
6.     Kekuasaan di tentuka dalam istilah hasil, hasil menentukan kekuasaan yang kita miliki
7.     Kekuasaan bersifat situasional, taktik kekuaaan tentu efektif di suatu hubungan  tertentu, bukan seluruh hubungan
8.     Kekuasaan di dasarkan pada oposisi yang berbeda sebelum mereka bisa menggunakan kekuasaan-nya.

Kekuasaan bersifat positif
Kemampuan yang di anugrahkan oleh Tuhan kepada individu sebagai pemegang kekuasaan tertinggi yang dapat memengaruhi dan mengubah pemikiran orang lain atau kelompok untuk melakukan susatu tindakan yang di inginkan oleh pemegang kekuasaan dengan sungguh- sungguh dan atau bukan karena paksaan baik secara fisik maupun mental.

Kekuasaan bersifat negatif
Merupakan sifat atau watak yang bernuansa arogan, egois, serta apatis dalam memengaruhi oranglain atau kelompok untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh pemegang kuasa dengan cara paksaan atau tekanan baik secara fisik maupun mental. Biasanya yang memegang kekuasaan yang bersifat negatif :
      tidak memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang baik, karena hanya berpikir pendek dalam mengambil keputusan suatu tindakan,
      bahkan mereka tidak dapat menjalankan segala perintah yang mereka perintah kepada orang atau kelompok yang berada di bawah kekuasaannya karena keterbatasan daya pikir
      Biasanya kekuasaan dengan  karakter negatif hanya pencari keuntungan pribadi atau golongan di atas kekuasaannya
      Para pemegang kekuasan karakter negatif biasanya tidak akan berlangsung lama karena tidak akan mendapat dukungan sepenuhnya oleh rakyatnya.


Penyebab stres kerja
      Kondisi dari suatu pekerjaan yang berada dibawah tekanan
      Ketidak nyamanan suasana kerja yang dibangun dalam suatu pekerjaan
      Kerjasama yang kurang terhadap karyawan
      Kurangnya perencanaan kerja yang baik
      Relasi atau teman’’ kerja yang kurang mendukung dalam pekerjaan.

Penyebab stres kerja faktor internal eksternal
Faktor internal:
      Pekerjaan yang tiak sesuai dengan minat dan kemampuan
      Ketidak puasan dari hasil pekerjaan yang diperoleh
      Pekerjaan tidak sesuai dengan level atau tittle jabatan
      Pencapaian yang belum diraih untuk menjadi bagian dari karyawan yang tetap

Faktor eksternal:
      Persaingan yang terjadi antar karyawan
      Tekanan yang datang dari keluarga
      Lingkungan perusahaan yang tidak menyenangkan dan kondusif
      Masalah gaji yang tak sesuai dengan suatu bidang pekerjaan atau tidak sesuai standar gaji nasional
      Rasa jenuh atau bosan dari pekerjaan sehari-hari
      Pekerjaan yang monoton dan tidak ada variasi atau pilihan lain

Pengelolaan nya (cara mengatasi stress) :
      Rencanakan dengan baik aktivitas anda : apa, mengapa, bagaimana, kapan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas. Penting sekali untuk membuat perencanaan bukan hanya jangka panjang tapi juga jangka pendek (rencana bulanan, rencana harian).
      Ikutlah membangun iklim kerja yang menyenangkan, yaitu dengan bersikap terbuka dan berkomunikasi dengan sesama rekan kerja.
      Pastikan anda mengerti terhadap tugas dan tanggung jawab anda, serta jangan ragu untuk bertanya.
      Lakukan beberapa kali break untuk beberapa menit selama anda bekerja. Santai dan JANGAN MELAKUKAN APAPUN. Ambil nafas dalam-dalam.
      Miliki sikap toleransi kepada sesama rekan kerja. Ingatlah bahwa masing-masing orang adalah pribadi yang unik, sebagai contoh : beberapa orang justru berprestasi lebih baik di bawah tekanan sementara sebagian yang lain membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan pekerjaannya.
      Delegasikan sebagian tanggung jawab anda kepada anak buah anda.
      Pertahankan semangat tim anda, misalnya dengan melakukan perayaan-perayaan kecil, berolahraga atau berekreasi bersama.
      Sediakan lingkungan kerja yang baik. Minimalkan gangguan-gangguan seperti suara, ventilasi, cahaya dan suhu.

Tugas pokok program kesehatan kerja
      Memeriksa kesehatan TK ( awal berskala khusus )
      Pembinaan dan pengawasan atas peyesuaian pengawasan thd, TK
      Pembinaan dan pengawasan terhadap lingkungan kerja
      Pembinaan dan pengawasan perlengkapan sanitair
      Pembinaan dan pengawasan perlengkapan kesehatan TK
      Pencegahan danpengobatan thd. Penyakit umu atau PAK
      Pertolongan pertama pada kecelakaan P3K
      Pendidikan kesehatan untuk TK dan latihan untuk petugas P3K
      Memberikan nasehat mengenai perencaan dan pembuatan tempat kerja , pemilikan alat pelindung diri yang di perlukan dan gizi serta penyelenggaraan makan di tempat kerja
      Membantu usaha reabilitasi akibat kecelakaan atau PAK
      Pnmbinaan dan pengawasan thd. TK dg. Kelainan tertentu dalam kesehatannya
      Memberika laporan berkala tentang PKK kepada pengurus

Program kesehatan kerja
1.     Pelayanan kesehatan kerja
2.     Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja
3.     Penyelenggaraan P3K di tempat kerja
4.     Pencegahan dan penangulangan HIV / AIDS di tempat kerja

Mengembangkan program keselamatan kerja
      Program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah program rsmi pemerintah untuk melindungi kepentingan karyawan, perusahaan dan masayarakat sekitar dari bahaya dan akses negatif akibat kecelakaan maupun proses kerja .
      Bagi Karyawan, program K3 adalah harapan akan tersedianya jaminan keseehatan dan keselamatan selama dia menjalankan tugas dan pekerjaannya, sehinga seorang karyawan dapat bekerja maksimal tanpa adanya kekhawatiran pada kesehatan dan keselamatannya.

Tujuan mengemangkan program kesehatan dan keselamatan kerja
1.     Melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan sehingga karyawan dapat memaksimalkan semua kemampuannya dalam bekerja tanpa rasa khawatir
2.     Melindungi masyarakat sekitar
3.     Mengamankan asset produksi milik perusahaan
4.     Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja

Pada saat seseorang karyawan bekerja, kesehatan dan keselamatan kerjanya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor :
1.     Beban perkerjaan
2.     Kapasitas karyawan
3.     Lingkungan kerja

Landasan hukum program kesehatan dan keselamatan kerja (k3)
1.     UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
2.     UU no. 21 Tahun 2003 yang meratifikasi konvensi ILO no.81
3.     UU No. 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan :
      Pasal 86 ayat 1
      Pasal 86 aya 2
      Pasal 87

semoga bermanfaat buat teman-teman semua ny ;)


Jumat, 24 Juni 2016

PERENCANAAN DAN PENGEMBARAN KARIR


                Karir adalah posisi yang berhubungan dengan jabatan suatu pekerjaan yang dimiliki oleh seseorang selama bertahun-tahun.

                Konsep Karir adalah konsep yang netral (tidak berkonotasi positif atau negatif). Karena itu karir ada yang baik dan ada pula karir yang buruk. Perencanaan karir seseorang dapat berjalan baik atau buruk sebenarnya ditentukan juga oleh peran dan dukungan dari departemen sumber daya manusia dan manajemen personalia. 

Perencanaan Karir adalah proses pertimbangan untuk menjadikan seseorang sadar akan kemampuan personal, minat, pengetahuan, motivasi, dan karakteristik lainnya, serta menetapkan rencana tindakan untuk mencapai tujuan 

DASAR-DASAR MANAJEMEN KARIR

                Pengembangan Karir . Mencakup peningkatan kemampuan seseorang agar dapat mewujudkan rencana karirnya.

                Manajemen Karir adalah proses untuk memberikan kesempatan bagi para karyawan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan mengembangkan kemampuan mengenai karir agar dapat menggunakannya secara efektif .

                Karir Development adalah aktivitas yang berkontribusi terhadap eksplorasi, penetapan, kesuksesan, dan pemenuhan karir seseorang yang dilakukan secara terus menerus

MENGATUR PROMOSI & PEMINDAHAN KARYAWAN

                Mengatur Promosi  & Pemindahan Karyawan adalah bagian yang terintegrasi dari sebagian besar karir karier seseorang. 

                Dasar-dasar Promosi : Pedoman yang dijadikan dasar untuk mempromosikan karyawan atau pegawai adalah:
a)       Pengalaman (lamanya pengalaman kerja karyawan).
b)      Kecakapan (keahlian atau kecakapan).
c)       Kombinasi kecakapan dan pengalaman (lamanya pengalaman dan kecakapan).

                Syarat-syarat Promosi : Persyaratan promosi untuk setiap perusahaan tidak selalu sama tergantung kepada perusahaan/lembaga masing-masing. Syarat-syarat promosi pada umunya sebagai berikut :
> Kejujuran                        > Loyalitas        
> Disiplin                            > Komunikatif
> Prestasi kerja                 > Pendidikan
> Kerjasama                       > Kecakapan

                Pemindahan Karyawan  : Pemindahan karyawan dapat disebut juga sebagai Mutasi.
                                Mutasi atau transfer adalah perpindahan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi yang memiliki tingkat level yang sama dari posisi perkerjaan sebelum mengalami pindah kerja. Kompensasi gaji, tugas dan tanggung jawab yang baru umumnya adalah sama seperti sedia kala. Mutasi atau rotasi kerja dilakukan untuk menghindari kejenuhan karyawan atau pegawai pada rutinitas pekerjaan yang terkadang membosankan serta memiliki fungsi tujuan lain supaya seseorang dapat menguasai dan mendalami pekerjaan lain di bidang yang berbeda pada suatu perusahaan. 

                Tujuan Mutasi
a)      Untuk meningkatkan poduktivitas kayawan.
b)     Untuk menciptakan keseimbangan anatar tenaga kerja dengan komposisi pekejaan atau jabatan.
c)      Untuk memperluas atau menambah pengetahuan karyawan.
d)     Untuk menghilangkan rasa bosan/jenuh tehadap pekerjaannya.
e)      Untuk memberikan perangsang agar karyawan mau berupaya meningkatkan karir yang lebih tinggi.
f)   Untuk alat pendorong agar spirit kerja meningkat melalui pesaingan terbuka.
g)   Untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi fisik karyawan.

                Sebab dan Alasan Mutasi :
1).  Permintaan sendiri
          Mutasi atas permintaan sendiri adalah mutasi yang dilakukan atasa keinginan sendiri dari karywan yang bersangkutan dan dengan mendapat persetujuan pimpinan organisasi. Mutasi pemintaan sendiri pada umumnya  hanya pemindahan jabatan yang peringkatnya sama baik, anatrbagian maupun pindah ke tempat lain.
2).  Alih tugas produktif (ATP)
          Alih tugas produktif adalah mutasi karena kehendak pimpinanan perusahaan untuk meningkatkan produksi dengan menempatkan karywan yang bersangkutan ke jabatan atau pekerjannya yang sesuai dengan kecakapannya.

MANAJEMEN KARIR & KOMITMEN KERJA

                                Manajemen Karir : adalah proses untuk memberikan kesempatan bagi para karyawan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan mengembangkan kemampuan mengenai karir agar dapat menggunakannya secara efektif .

                                Komitmen Kerja Komitmen dalam pengertian ini adalah komitmen individu kepada organisasi yang menunjuk pada suatu sikap seseorang berdasarkan nilai-nilai yang dimiliki dan diwujudkan melalui perilaku (sebagai hasil pengaruh dari faktor internal dan eksternal kepemimpinan) pada organisasi.

                Esensi utama komitmen individu (komitmen kerja atau komitmen organisasi) terhadap organisasi adalah menunjuk pada sikap seseorang berdasarkan nilai-nilai yang dimiliki dan diwujudkan melalui perilaku (sebagai hasil pengaruh dari faktor internal dan eksternal) terhadap organisasi. Komitmen tersebut ditunjukkan oleh individu melalui keterlibatan dirinya pada organisasi, khususnya ia meyakini atau mempercayai tujuan dan nilai organisasi, berupaya untuk membantu usaha organisasi dalam mencapai tujuan, dan mempertahankan diri untuk tetap menjadi pegawai di organisasi.

DAMPAK DARI PENGARUH INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP SEORANG PEMIMPIN TERHADAP KARYAWANNYA
          Nilai internal: ialah merupakan ruang lingkup dalam perusahaan. Contohnya:
a. fasilitas yang memadai.
               b. kebersihan dan kerapian ruang tempat kerja sendiri.
          Nilai eksternal: ialah terhadap lingkungan luar.  Contohnya:
 a. presentasi kerja.
               b. kerjasama sesama karyawan.
 Seamangat terus buat teman-teman pembaca ;) ,, sukses selalu yaaa ;)